Minggu, 26 September 2010
Kenalan, Teman, atau Sahabat kah Dia Untukmu?
Suatu ketika ada orang yang berkata, “ Berarti, hanya segitu tali persahabatanmu?”. Memang arahnya bukan ke aku, tapi kemudian aku berpikir sebetulnya yang punya tali persahabatan cetek itu siapa? Karena duduk perkara hingga dia berkata seperti itu adalah tidak bisa hadir dalam sebuah acara. Saat itu aku mulai merasa, sebetulnya apa bedanya kenalan, teman, dan sahabat? Apa dalam persahabatan bisa berbicara seperti itu?
Kenalan
Apa itu kenalan? Kalau menurutku kenalan itu hanya sekedar tau atau kenal. Misal, saat kamu pertama kali berkenalan dengan orang, saat itu kamu mendapat seorang kenalan. Hanya sekedar kenal. Kalau misal ditanya orang, “Kamu kenal orang ini?” dan kamu hanya akan bisa menjawab, “Ya, yang pake kaca mata itu kan? Yang kelas itu kan?”. Sebuah bukti bahwa kamu hanya mengenal kulitnya saja. Kemudian kalau kamu ketemu dengan dia, sapaannya simple seperti, “Bejo..”. Ya semacam itulah atau tidak menyapa sama sekali karena lupa namanya.
Teman
Kalau teman? Hhahaha…. Saat kenalan itu berlanjut lebih dalam, saat itulah kenalanmu menjadi temanmu. Jawaban yang keluar dari mulutmu pun akan berbeda. “Oooh, tau dong. Kenapa? Pasti dia sering ngehebring si itu kan?”. Pembicaraan akan menjadi lebih hangat. Dan saat kamu ketemu dengannya, sapaan akan berubah menjadi “Sukiyem… Eh, tau nggak tentang ini… Ini tu bla… bla… bla… lho. Dia itu bla… bla… bla… lho. Asyik kan…”
Sahabat
Kalau kita memang cocok dengan teman itu, hubungan akan berlanjut ke persahabatan. Tapi ingat, bukan hanya cocok tapi SANGAT COCOK. Karena kalau hanya cocok itu nanti larinya tetap ke pertemanan. Persahabatan itu harus bisa saling mengerti, saling memahami, dan saling melengkapi. Susah lho mendapat ketiganya dari temanmu. Makanya, menurutku sahabat itu nggak bisa kalau banyak. Sahabat itu cuma satu. Kenapa? Misalnya kamu punya geng yang jumlahnya 5 orang. Kamu bilang mereka sahabatmu. Tapi coba perhatikan diantara mereka, mana yang paling dekat dengan kamu. Pasti kamu cenderung paling dekat dengan satu orang. Cenderung curhat ke dia, cenderung suka jalan dnegan dia, dia benar-benar mengenali dan menerimamu serta kamu juga benar-benar mengenali dan menerimanya sehingga kalian berdua bisa saling berdamamai dengan kejelekan masing-masing. Dan kalian tidak akan putus walaupun pindah kelas atau pisah. Nah, itulah sahabatmu. Yang lainnya hanya teman baik.
Persahabatan itu juga tidak datang secara langsung. Kamu nggak bisa mengharapkan dia menjadi sahabatmu sedangkan dia hanya menganggapmu sebagai teman baiknya. Kamu merasa dia sahibatmu tetapi saat kenyataan datang, kamu akan merasa dikhianati. Padahal dia juga tidak salah karena dia tidak menganggap hubungan kalian sebagai persahabatan. Jadi, saat kamu merasa dia sahabatmu, raasakan saja dulu di hati. Seiring dengan berjalannya waktru, dengan sendirinya nanti kisah persahabatanmu akan terungakap. Baru kamu bisa bilang dia sahabatku dan nantinya dia bakal bilang kalau kamu adalah sahabatnya.
Jadi, kalau persahabatan hanya diukur dari hadir tidaknya dalam acara bersama itu SALAH. Kenapa? Karena arti persahabatan tidak secetek itu. Kalau memang benar sahabat, seharusnya tau alasan kenapa tidak bisa ikut bukan langsung ngejudge seperti itu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










0 komentar:
Posting Komentar